Berita

Beragam Fasilitas, Jababeka Cikarang Tetap Menjadi Kawasan Ideal untuk Berinvestasi

Kawasan Industri Jababeka adalah kawasan industri swasta pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1994. Terletak di Cikarang, kawasan ini tetap menjadi tempat yang ideal untuk berinvestasi.

Dikembangkan sejak tahun 1989, kawasan ini dikelola oleh PT. Jababeka Tbk. Hal ini berhasil menarik perhatian tenant-tenant ternama seperti Unilever, United Tractor, L'Oreal, Mattel, Lotte, Komatsu, Samsung, Nissin, Kraft, Astra Otopart, Kao, Kawan Lama dan lain-lain.

Hingga saat ini, Kota Jababeka Cikarang telah menyediakan berbagai sarana dan prasarana sarana. Mulai dari Pembangkit Listrik Bekasi dengan kapasitas 1300 MW, President University, Jababeka Golf & Country Club, Cikarang Dry Port, Joint Venture dengan PT Plaza Indonesia Realty dalam mengembangkan area Mix Used seluas 16 Ha, dan Joint Venture dengan Creed Group dan Keihan Corporation dari Jepang dalam mengembangkan hunian premium di kawasan Golf City Jababeka.

Setyono Djuandi Darmono yang merupakan Founder dan Chairman Jababeka Group memang memiliki mimpi untuk mendirikan kawasan industri modern di kawasan Cikarang untuk mendorong pertumbuhan industri dan ekonomi di seluruh Indonesia.

“Mimpi tersebut kini terwujud dimana Jababeka merupakan kawasan industri swasta pertama di Indonesia yang memperoleh izin pengelolaan kawasan industri dengan segala infrastrukturnya,” ujar SD. Darmono.

Menurutnya, analogi yang tepat bagi pengelola kawasan industri adalah seperti pembangunan pusat perbelanjaan dimana pimpinan jelas bertanggung jawab kepada investor untuk menjamin kenyamanan, keamanan, kepastian hukum dan menyediakan segala fasilitas yang ada.

“Begitu pula di kawasan industri ini keamanan, kepastian hukum terjamin dan semua infrastruktur dibangun. Terbukti satu juta orang berhasil membangun lapangan kerja dan jika dihitung PDB semua pabrik di sini lebih dari $ 35 miliar per tahun, atau PDB per kapita $ 35.000. , "Dia menambahkan.

Sebagai dukungan, Jababeka juga mendirikan Kota Jababeka sebagai pelopor kota mandiri terbesar di Indonesia yang digagas berdasarkan ide inovatif Setyono Djuandi Darmono yang merupakan Founder dan Chairman Jababeka Group.
SD. Darmono memiliki ide cemerlang untuk menciptakan seratus kota mandiri modern di Indonesia yang dapat memberikan lapangan pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik, salah satunya adalah Kota Jababeka.

Saat ini Kota Jababeka yang dikenal sebagai pelopor kota mandiri terbesar dan terlengkap di Indonesia, telah berkembang pesat dan setara dengan kota-kota modern di dunia. “Kota Jababeka dibangun secara seimbang untuk menumbuhkan lapangan kerja melalui kawasan industri modern pada tahun 1989 yang dilengkapi dengan fasilitas. perumahan menengah dan mewah, pendidikan, kesehatan, pusat perbelanjaan, hiburan, pariwisata lengkap yang menjadikan Jababeka kota baru yang setara dengan kota modern di negara maju,” kata Setyono Djundi Darmono.

“Berbekal pengalaman panjang, kredibilitas yang baik, Jababeka akan terus menginisiasi seratus kota mandiri modern di seluruh Indonesia yang dapat memberikan lapangan pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata SD. Darmono

Dalam perkembangannya, Kota Jababeka didukung oleh kemudahan aksesibilitas dan konektivitas dengan kota-kota besar di Indonesia dengan dukungan pembangunan infrastruktur yang lengkap. Kota Jababeka memiliki konsep kota mandiri yang ideal untuk penggunaan bisnis, komersial dan residensial.

Hal ini membuat prospek kawasan Jababeka semakin tinggi seiring dengan semakin lengkapnya fasilitas yang disediakan Kota Jababeka.

Kedepannya, Jababeka akan semakin melengkapi diri dengan berbagai fasilitas dan produk unggulan lainnya sehingga dapat memperkuat identitasnya sebagai kota mandiri terlengkap sekaligus sebagai destinasi investasi dan hunian yang berpotensi tinggi di Koridor Jakarta Timur. Captive market Jababeka yang terus tumbuh setiap tahun juga memberikan peluang yang menjanjikan bagi investor.